Ad Code

Responsive Advertisement

AMARAH JIWA

 "Amarah Jiwa" 


Aku ingin berlari menembus malam, menari di atas luka, lalu menangis sejadi-jadinya.  

Aku ingin bernyanyi memecah sepi, tertawa mengejek perih, lalu berteriak hingga suaraku parau.  

Aku ingin melompat setinggi amarah, memaki sekasar luka, lalu menghempas raga ke tanah.  


Hatiku marah, tercabik, terluka, dan kecewa.  

Jiwaku merana, bersimbah pilu, bersedih, dan kacau.  


Aku benci, tapi aku tidak tahu siapa atau apa yang sebenarnya kubenci.  

Sementara itu, aku terpaksa memahami: "itulah manusia..."  

Makhluk egois, tamak, dan serakah.  

Tapi sialnya, tetap saja aku ingin membenci.  


Sepertinya ada sesuatu yang telah mati, membusuk perlahan di dalam diriku.  

Aku mencari bangkai itu,  

sesuatu yang akan kubenci lebih dalam jika ia benar-benar mati.  


Ya...!  

Kesabaran, ketabahan, dan keikhlasan.  

Ketiganya telah mati syahid,  

dihabisi oleh luka yang terlalu dalam menghujam di lubuk hati.


---


Post a Comment

0 Comments