Ad Code

Responsive Advertisement

Surat untuk angin

 


Sepi ini mengurungku  

Terkulai, dikunyah nelangsa  

Kulangkahi jalanan yang lengang  

Basah oleh angan tanpa arah


Dalam derap gerimis yang angkuh  

Wajahmu menyusup, bertubi-tubi  

Membawa sepenggal harapan  

Yang menenggelamkan nuraniku  

Ke samudra kebahagiaan


Aku merintih pada rindu yang pudar  

Pada cinta yang tercecer  

Kupungut satu nama di antara rintih  

Antara gundah, air mata, dan lara


Masih adakah sisa senyum untukku  

Di ujung penantian yang kian patah?  

Jika masih ada ruang bagiku  

Bersuaralah...  

Pada tanah yang terbentang  

Pada rimbunnya pepohonan  

Pada angin yang menampar keangkuhan


Setidaknya titipkan tanda  

Yang bisa kubaca, bisa kuraba  

Jangan biarkan sepi yang datang  

Jangan biarkan semu yang membeku  

Karena langkahku...  

Selalu berjalan menujumu*


*Dedication to the jewel of my heart"

GIOVANNI ARHASEL




---

Post a Comment

0 Comments