Sepi ini mengurungku
Terkulai, dikunyah nelangsa
Kulangkahi jalanan yang lengang
Basah oleh angan tanpa arah
Dalam derap gerimis yang angkuh
Wajahmu menyusup, bertubi-tubi
Membawa sepenggal harapan
Yang menenggelamkan nuraniku
Ke samudra kebahagiaan
Aku merintih pada rindu yang pudar
Pada cinta yang tercecer
Kupungut satu nama di antara rintih
Antara gundah, air mata, dan lara
Masih adakah sisa senyum untukku
Di ujung penantian yang kian patah?
Jika masih ada ruang bagiku
Bersuaralah...
Pada tanah yang terbentang
Pada rimbunnya pepohonan
Pada angin yang menampar keangkuhan
Setidaknya titipkan tanda
Yang bisa kubaca, bisa kuraba
Jangan biarkan sepi yang datang
Jangan biarkan semu yang membeku
Karena langkahku...
Selalu berjalan menujumu*
*Dedication to the jewel of my heart"
GIOVANNI ARHASEL
---

0 Comments
Tak suka tak harus memaki